Selasa, 16 Oktober 2012

Metode Pembelajaran

Metode pembelajaran yang ditampilkan dalam tabel di bawah ini biasa digunakan dalam pelatihan atau kegiatan pendampingan kelompok belajar mandiri desa (KBMD). Tetapi, metode-metode PRA/PLA sebenarnya juga bisa dimodifikasi dan digunakan untuk kegiatan KBMD, bukan hanya untuk kegiatan MDS saja. 

Setiap metode pembelajaran di atas, memiliki satu ‘rana pembelajaran’ yang paling menonjol meskipun juga mengandung rana pembelajaran lainnya. Rana pembelajaran tersebut ada 3, yaitu: Rana kognitif atau rana perubahan pengetahuan (P); Rana afektif atau rana perubahan sikap-perilaku (S) ; dan Rana psikomotorik atau rana perubahan/peningkatan keterampilan (K).

Gambar Tabel Metode Pembelajaran
Tabel Metode Pembelajaran

Kesehatan Reproduksi

Kesehatan reproduksi adalah keadaan sehat secara menyeluruh mencakup fisik, mental dan kehidupan sosial,yang berkaitan dengan alat,fungsi serta proses reproduksi. Dengan demikian kesehatan reproduksi bukan hanya kondisi bebas dari penyakit,melainkan bagaimana seseorang dapat memiliki kehidupan seksual yang aman dan memuaskan sebelum menikah dan sesudah menikah.

Menurut BKKBN, (2001), defenisi kesehatan reproduksi adalah kesehatan secara fisik, mental, dan kesejahteraan sosial secara utuh pada semua hal yang berhubungan dengan sistem dan fungsi serta proses reproduksi dan bukan hanya kondisi yang bebas dari penyakit dan kecacatan. 

Sedangkan menurut ICPD (1994) kesehatan reproduksi adalah sebagai hasil akhir keadaan sehat sejahtera secara fisik, mental, dan sosial dan tidak hanya bebas dari penyakit atau kecacatan dalam segala hal yang terkait dengan sistem, fungsi serta proses reproduksi.



Istilah reproduksi berasal dari kata “re” yang artinya kembali dan kata produksi yang artinya membuat atau menghasilkan. Jadi istilah reproduksi mempunyai arti suatu proses kehidupan manusia dalam menghasilkan keturunan demi kelestarian hidupnya. Sedangkan yang disebut organ reproduksi adalah alat tubuh yang berfungsi untuk reproduksi manusia.

Contoh Penerapan Fungsi Staffing di Lembaga Pendidikan Kebidanan

Berikut ini contoh penerapan fungsi staffing di lembaga pendidikan kebidanan. Staffing merupakan salah satu dari fungsi admnistrasi. Kegiatan dalam staffing mencakup penempatan personel yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas atau pekerjaan setelah di susun struktur pekerjaan, dipahami bidang-bidang pekerjaan yang akan dilakukan dan penempatan tenaga yang sesuai.  Hal – hal yang dilakukan di dalam staffing antara lain : menentukan, memilih, menempatkan dan membimbing personel. Berikut contoh Staffing di Lembaga Pendidikan  Kebidanan sesuai dengan komponen dalam administrasi.

·  Man (orang) : personel yang ditempatkan pada suatu jabatan tertentu sesuai    dengan keahliannya. Contoh :
  •        Sarjana Teknik ditempatkan pada unit kerja teknisi
  •        Sarjana Diploma IV Kebidanan ditempatkan pada unit staff akademik/dosen
  •        Sarjana Pendidikan ditempatkan pada unit staff dosen
  •        Sarjana Manajemen ditempatkan pada unit staff manajemen