Selasa, 16 Oktober 2012

Contoh Penerapan Fungsi Staffing di Lembaga Pendidikan Kebidanan

Berikut ini contoh penerapan fungsi staffing di lembaga pendidikan kebidanan. Staffing merupakan salah satu dari fungsi admnistrasi. Kegiatan dalam staffing mencakup penempatan personel yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas atau pekerjaan setelah di susun struktur pekerjaan, dipahami bidang-bidang pekerjaan yang akan dilakukan dan penempatan tenaga yang sesuai.  Hal – hal yang dilakukan di dalam staffing antara lain : menentukan, memilih, menempatkan dan membimbing personel. Berikut contoh Staffing di Lembaga Pendidikan  Kebidanan sesuai dengan komponen dalam administrasi.

·  Man (orang) : personel yang ditempatkan pada suatu jabatan tertentu sesuai    dengan keahliannya. Contoh :
  •        Sarjana Teknik ditempatkan pada unit kerja teknisi
  •        Sarjana Diploma IV Kebidanan ditempatkan pada unit staff akademik/dosen
  •        Sarjana Pendidikan ditempatkan pada unit staff dosen
  •        Sarjana Manajemen ditempatkan pada unit staff manajemen


·      Methode : cara atau teknik yang digunakan dalam penempatan karyawan sesuai dengan keahlian. Contoh :
Sebelum dilakukan penempatan karyawan, Lembaga Pendidikan  Kebidanan melakukan seleksi penerimaan karyawan, sesuai dengan jurusan yang diperlukan dalam pelaksanaan pendidikan. Misalnya:

  •    Dibutuhkan dosen untuk mata kuliah kependidikan, dosen untuk mata kuliah kebidanan, dan dibutuhkan seorang teknisi.
  •    Selanjutnya dilakukan seleksi penerimaan karyawan, kemudian setelah terpilih karyawan yang memenuhi kriteria kelulusan, diberi pengarahan tentang deskripsi tugas.
  •        Terakhir “Penempatan/staffing”. Sarjana pendidikan mendapat tugas sebagai dosen pada mata kuliah bidang kependidikan dan ditempatkan di unit sfaff dosen. Kemudian sarjana kebidanan mendapat tugas sebagai dosen pada mata kuliah kebidanan dan ditempatkan pada unit staff akademik dan staff dosen. Selanjutnya sarjana teknik, mendapat tugas mengerjakan bagian-bagian teknisi di unit kerja teknisi.

·         Money : Keuangan.
Dalam proses staffing perlu dilakukan perencanaan keuangan, dimana dalam rekruitmen dan penempatan karyawan, telah diperhitungkan biaya yang diperlukan. Keuangan di sesuaikan dengan tingkat jabatan karyawan, misal seorang dosen pendidikan strata dua dengan dosen pendidikan strata satu berbeda insentifnya, seorang teknisi dan clining servis berbeda insentifnya. Biaya yang perlu diperhitungkan misalnya :
-   Biaya seleksi karyawan baru.
-   Biaya / gaji yang di peruntukkan bagi karyawan, termasuk didalamnya gaji pokok, serta biaya tunjangan kesejahteraan karyawan.
-   Biaya yang diperlukan dalam pembinaan karyawan serta mutasi / perpindahan penempatan karyawan.

·         Policy : Kebijakan.
Penempatan karyawan / staffing disesuaikan dengan kebijakan pemimpin/ administrator. Dalam penempatan karyawan, seorang administrator harus memperhatikan prinsip “the right man in the right place”. Kerancuan sering terjadi pada unit kerja yang kekurangan karyawan, sehingga seorang staff harus mengerjakan beberapa jenis pekerjaan yang bukan  keahliannya.
Contoh :
Ø  Seorang ahli pendidikan di tempatkan di staff dosen, tetapi karena kekurangan tenaga, atas kebijakan pemimpin ia juga tempatkan dan di beri beban pekerjaan lain seperti mengurus keuangan. Hal ini sudah bertentangan dengan prinsip staffing. Seharusnya dosen tersebut hanya mengurus masalah pendidikan dan pengajaran, untuk hal keuangan diserahkan pada ahli akutansi atau ekonom.
Ø  Ketimpangan kebijakan pemimpin yang sering terjadi adalah menempatkan seseorang karena unsur Nepotisme, atas kebijakan pemimpin seseorang ditempatkan tanpa memperhatikan keahliannya. Adminstrator / pemimpin yang baik tidak akan mengeluarkan kebijakan yang keluar dari jalur hukum.

·         Time (waktu) : Dalam hal ini, penempatan karyawan/staffing disesuaikan dengan waktu kebutuhan akan jenis pekerjaan yang harus di selesaikan. Contoh :
Dalam lembaga pendidikan Akademi Kebidanan, akan mengadakan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru. Program ini tentunya membutuhkan tenaga pelaksana. Kemudian pemimpin mengadakan rapat  untuk memilih orang-orang yang akan melaksanakan program penerimaan mahasiswa baru tersebut, setelah terpilih orang-orangnya maka personel yang ada di tempatkan pada bidang-bidang yang diperlukan, misal bagian humas bertugas menyebarkan informasi, dan hubungan ke khalayak umum, bagian administrasi/TU bertugas mengurus kearsipan syarat-syarat pendaftaran, bagian keuangan bertugas dalam penerimaan uang pendaftaran dll. Semua karyawan ditempatkan sesuai dengan keahliannya.

·         Rule ( aturan) : segala bentuk aturan yang telah disepakati dalam proses penempatan karyawan. Contoh :
Dalam hal penempatan karyawan yang akan di mutasi/dipindahkan pada bidang lain, harus berdasarkan aturan dan prasyarat yang telah di tentukan sebelumnya.
Misalnya seorang staff dosen kebidanan yang professional, karena memenuhi kriteria  sesuai aturan yang telah ditentukan, jabatannya diangkat dan ditempatkan menjadi pudir jurusan kebidanan.

1 komentar:

  1. mampir juga ke blog kami https://coretantugas16.blogspot.com

    BalasHapus